Selasa, 01 Februari 2011

makalah katarak dan keratitis


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kehadirat Allah YME karena atas rahmat dan hidayah-Nya saya selaku penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah Keperawatan dengan tema “KERATITIS DAN KATARAK” sebagai  tugas keleompok dalam semester ini.
Makalah ini disusun dari berbagai sumber reverensi yang relevan, baik buku-buku diktat kedokteran dan keperawatan, artikel-artikel nasional dan internasional dari internet dan lain sebagainya. Semoga saja makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis sendiri khususnya maupun bagi para pembaca pada umumnya.
Tentu saja sebagai manusia, penulis tidak dapat terlepas dari kesalahan. Dan penulis menyadari makalah yang dibuat ini jauh dari sempurna. Karena itu penulis merasa perlu untuk meminta maaf jika ada sesuatu yang dirasa kurang.
Penulis mengharapkan masukan baik berupa saran maupun kritikan demi perbaikan yang selalu perlu untuk dilakukan agar kesalahan - kesalahan dapat diperbaiki di masa yang akan datang.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.                              




                                                                                                                                                    PENULIS



BAB I
KERATITIS
A.    Definisi
Keratitis adalah suatu peradangan pada kornea/radang selaput bening mata.
Keratitis ulseratif yang lebih dikenal sebagai ulserasi kornea yaitu terdapatnya destruksi (kerusakan) pada bagian epitel kornea. (Darling,H Vera, 2000, hal 112)
B.    Etiologi
Faktor penyebab antara lain:
  • Kelainan pada bulu mata (trikiasis) dan system air mata(insufisiensi air mata, sumbatan saluran lakrimal)
  • Factor eksternal, yaitu: luka pada kornea(erosio kornea), karena trauma, penggunaan lensa kontak,luka bakar pada daerah muka.
  • Kelainan-kelainan kornea yang disebabkan oleh : oedema kornea kronik, exposure-keratitis (pada logaphtalmus, bius umum, koma) keratitis karena defisiensi vitamin A, keratitis neuroparalitik, keratitis superfisialis virus
  • Kelainan-kelainan sistemik: malnutrisi, alkoholisme, sindrom stevens-jhonson, sindrom defisiensi imun
  • Obat-obatan yang menurunkan mekaniseme imun, misalnya : kortikosteroid, IUD, anestetik lokal dan golongan imunosupresif.
Secara etiologik ulkus kornea dapat disebabkan oleh :
*Bakteri
Kuman yang murni dapat menyebabkan ulkus kornea adalah streptokok pneumoniae, sedangkan bakteri lain menimulkan ulkus kornea melalui faktor-faktor pencetus diatas.
*Virus : herpes simplek, zooster, vaksinia, variola
*Jamur : golongan kandida, fusarium, aspergilus, sefalosporium
*Reaksi hipersensifitas
Reaksi terhadap stapilokokus (ulkus marginal), TBC (keratokonjungtivitis flikten), alergen tak diketahui (ulkus cincin)
(Sidarta Ilyas, 1998, 57-60)
C.     Manifestasi klinis
Tanda dan Gejala
-Pada ulkus yang menghancurkan membran bowman dan stroma, akan menimbulkan sikatrik kornea.
-Gejala subyektif pada ulkus kornea sama seperti gejala-gejala keratitis. Gejala obyektif berupa injeksi silier, hilangnya sebagian jaringan kornea dan adanya infiltrat. Pada kasus yang lebih berat dapat terjadi iritis disertai hipopion.
-fotofibia
-Rasa sakit dan lakrimasi
(Darling,H Vera, 2000, hal 112)
Gejala lain Mata merah, silau, merasa klilipan, gangguan kornea.
D.    Macam-macam ulkus kornea (keratitis)
Ulkus kornea dibagi dalam bentuk:
1.      ulkus kornea sentral meliputi:
  1. ulkus kornea oleh bakteri
bakteri yang ditemukan pada hasil kultur ulkus dari kornea yang tidak ada factor pencetusnya (kornea yang sebelumnya betul-betul sehat) adalah:
§  steptokokok pneumonia.
§  steptokokok alfa hemolitik.
§  pseudomonas aeroginasa.
§  klibaiella pneumonia.
§  Spesies moraksella.
 Sedangkan dari ulkus kornea yang ada faktor pencetusnya adalah bakteri patogen opportunistik yang biasa ditemukan di kelopak mata, kulit, periokular, sakus konjungtiva, atau rongga hidung yang pada keadaan sistem barier kornea normal tidak menimbulkan infeksi. Bakteri pada kelompok ini adalah :
§   Stafilokakkus epidermidis.
§   Streptokokok beta hemolitik.
§   Proteus.

b.      Ulkulus kornea oleh ∑ bakteri streptokokok.
Bakteri kelompok ini yang sering di jumpai pada kultur dari ineksi ulkus kornea adalah:
§  Streptokok pneumonia (pneumokok )
§  Streptokok viridians (streptokok alfa hemolitik)
§  Streptokok pyogenes (streptokok beta hemolitik)
§  Streptokok faecalis (streptokok non-hemolitik)
Walaupun streptokok pneumonia adalah penyebab yang biasa terdapat pada keratitis bakterial, akhir-akhir ini prevalensinya banyak digantikan oleh stafilokokus dan pseudomonas. Ulkus oleh streptokok viridans lebih sering ditemukan mungkin disebabkan karena pneumokok adalah penghuni flora normal saluran pernafasan, sehingga terdapat semacam kekebalan. Streptokok pyogenes walaupun seringkali merupakan bakteri patogen untuk bagian tubuh yang lain, kuman ini jarang menyebabkan infeksi kornea. Ulkus oleh streptokok faecalis didapatkan pada kornea yang ada faktor pencetusnya.
Gambaran klinis ulkus kornea oleh bakeri streptokokok. Ulkus berwarna kuning keabu-abuan, berbetuk cakram dengan tepi ulkus menggaung. Ulkus cepat menjalar ke dalam dan menyebabkan perforasi kornea, karena aesotoksin yang di hasilkan oleh streptokok pneumonia.
Pengobatan : Sefazolin, Basitrasin dalam bentuk tetes, injeksi subkonjungtiva dan intra vena.

c.          Ulkus kornea oleh bakteri stafilokokus.
Infeksi oleh Stafilokokus paling sering ditemukan. Dari 3 spesies stafilokokus Aureus, Epidermidis dan Saprofitikus, infeksi oleh Stafilokokus Aureus adalah yang paling berat, dapat dalam bentuk : infeksi ulkus kornea sentral, infeksi ulkus marginal, infeksi ulkus alergi (toksik). Infeksi ulkus kornea oleh Stafilokokus Epidermidis biasanya terjadi bila ada faktor penceus sebelumnya seperti keratopati bulosa, infeksi herpes simpleks dan lensa kontak yang telah lama digunakan.
Gambaran Klinis Ulkus kornea oleh bakteri Stafilokokkus Pada awalnya berupa ulkus yang berwarna putih kekuningan disertai infiltrat berbatas tegas tepat dibawah defek epithel. Apabila tidak diobati secara adekuat, akan terjadi abses kornea yang disertai oedema stroma dan infiltrasi sel lekosit. Walaupun terdapat hipopion ulkus sering kali indolen yaitu reaksi radangnya minimal. Infeksi kornea marginal biasanya bebas kuman dan disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas terhadap stafilokokus aureus.

d.      Ulkus kornea oleh bakteri  pseudomonas.
Berbeda dengan ulkus kornea sebelumnya, pada ulkus pseudomonas bakteri ini ditemukan dalam jumlah yang sedikit. Bakteri pseudomonas bersifat aerob obligat dan menghasilkan eksotoksin yang menghambat sintesis protein. Keadaan ini menerangkan mengapa pada ulkus pseudomonas jaringan kornea cepat hancur dan mengalami kerusakan. Bakteri pseudomonas dapat hidup dalam kosmetika, cairan fluoresein, cairan lensa kontak.
Gambaran Klinis Ulkus kornea oleh bakteri pseudomonas Biasanya dimulai dengan ulkus kecil dibagian sentral kornea dengan infiltrat berwarna keabu-abuan disertai oedema epitel dan stroma. Ulkus kecil ini dengan cepat melebar dan mendalam serta menimbulkan perforasi kornea. Ulkus mengeluarkan discharge kental berwarna kuning kehijauan.
Pengobatan : gentamisin, tobramisin, karbesilin yang diberikan secara lokal, subkonjungtiva serta intra vena.
   
   e.   Ulkus kornea oleh virus
Ulkus kornea oleh virus herpes simpleks cukup sering dijumpai. Bentuk khas dendrit dapat diikuti oleh vesikel-vesikel kecil dilapisan epitel yang bila pecah akan menimbulkan ulkus. Ulkus dapat juga terjadi pada bentuk disiform bila mengalami nekrosis di bagian sentral.

f.        Ulkus kornea oleh jamur
Ulkus kornea oleh jamur banyak ditemukan, hal ini dimungkinkan oleh :
- Penggunaan antibiotika secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama atau pemakaian    kortikosteroid jangka panjang
-  Fusarium dan sefalosporium menginfeksi kornea setelah suatu trauma yang disertai lecet epitel, misalnya kena ranting pohon atau binatang yang terbang mengindikasikan bahwa jamur terinokulasi di kornea oleh benda atau binatang yang melukai kornea dan bukan dari adanya defek epitel dan jamur yang berada di lingkungan hidup.
-   Infeksi oleh jamur lebih sering didapatkan di daerah yang beriklim tropik, maka faktor ekologi ikut memberikan kontribusi. Fusarium dan sefalosporium terdapat dimana-mana, ditanah, di udara dan sampah organik. Keduanya dapat menyebabkan penyakit pada tanaman dan pada manusia dapat diisolasi dari infeksi kulit, kuku, saluran kencing. Aspergilus juga terdapat dimana-mana dan merupakan organisme oportunistik , selain keratitis aspergilus dapat menyebabkan endoftalmitis eksogen dan endogen, selulitis orbita, infeksi saluran lakrimal.
     Kandida adalah jamur yang paling oportunistik karena tidak mempunyai hifa (filamen) menginfeksi mata yang mempunyai faktor pencetus seperti exposure keratitis, keratitis sika, pasca keratoplasti, keratitis herpes simpleks dengan pemakaian kortikosteroid.
Pengobatan : Pemberian obat anti jamur dengan spektrum luas, apabila memungkinkan dilakukan pemeriksaan laboratorium dan tes sensitifitas untuk dapat memilih obat anti jamur yang spesifik.

2. Ulkus marginal.
Ulkus marginal adalah peradangan kornea bagian perifer dapat berbentuk bulat atau dapat juga rektangular (segiempat) dapat satu atau banyak dan terdapat daerah kornea yang sehat dengan limbus. Ulkus marginal dapat ditemukan pada orang tua dan sering dihubungkan dengan penyakit rematik atau debilitas. Dapat juga terjadi ebrsama-sama dengan radang konjungtiva yang disebabkan oleh Moraxella, basil Koch Weeks dan Proteus Vulgaris. Pada beberapa keadaan dapat dihubungkan dengan alergi terhadap makanan. Secara subyektif ; penglihatan pasien dengan ulkus marginal dapat menurun disertai rasa sakit, lakrimasi dan fotofobia. Secara obyektif : terdapat blefarospasme, injeksi konjungtiva, infiltrat atau ulkus yang sejajar dengan limbus.
Pengobatan : Pemberian kortikosteroid topikal akan sembuh dalam 3 hingga 4 hari, tetapi dapat rekurens. Antibiotika diberikan untuk infeksi stafilokok atau kuman lainnya. Disensitisasi dengan toksoid stafilokkus dapat memberikan penyembuhan yang efektif.

a.       Ulkus cincin.
Merupakan ulkus kornea perifer yang dapat mengenai seluruh lingkaran kornea, bersifat destruktif dan biasaya mengenai satu mata. Penyebabnya adalah reaksi alergi dan ditemukan bersama-sama penyakit disentri basile, influenza berat dan penyakit imunologik. Penyakit ini bersifat rekuren. Pengobatan bila tidak erjad infeksi adalah steroid saja.

b.      Ulkus kataral simplek.
Letak ulkus peifer yang tidak dalam ini berwarna abu-abu dengan subu terpanjag tukak sejajar dengan limbus. Diantara infiltrat tukak yang akut dengan limbus ditepiya terlihat bagian yang bening. Terjadi ada pasien lanut usia. Pengobatan dengan memberikan antibiotik, steroid dan vitamin.
           
                 c.    Ulkus Mooren.
Merupakan ulkus kronik yang biasanya mulai dari bagian perifer kornea berjalan progresif ke arah sentral tanpa adaya kecenderungan untuk perforasi. Gambaran khasnya yaitu terdapat tepi tukak bergaung dengan bagan sentral tanpa adanya kelainan dalam waktu yang agak lama. Tukak ini berhenti jika seluuh permukaan kornea terkenai. Penyebabya adalah hipersensitif terhadap tuberkuloprotein,
virus atau autoimun.Keluhannya biasanya rasa sakit berat pada mata.
Pengobatan degan steroid, radioterapi. Flep konjungtiva, rejeksi konjungtiva, keratektomi dan keratoplasti. (Sidarta Ilyas, 1998, 57-60)
E.     Penatalaksana
Pasien dengan ulkus kornea berat biasanya dirawat untuk pemberian berseri (kadang sampai tiap 30 menit sekali), tetes antimikroba dan pemeriksaan berkala oleh ahli opthalmologi. Cuci tangan secara seksama adalah wajib. Sarung tangan harus dikenakan pada setiap intervensi keperawatan yang melibatkan mata. Kelopak mata harus dijaga kebersihannya, dan perlu diberikan kompres dingin. Pasien dipantau adanya peningkatan tanda TIO. Mungkin diperlukan asetaminofen untuk mengontrol nyeri. Siklopegik dan midriatik mungkin perlu diresep untuk mengurangi nyeri dan inflamasi. Tameng mata (patch) dan lensa kontak lunak tipe balutan harus dilepas sampai infeksi telah terkontrol, karena justru dapat memperkuat pertumbuhan mikroba. Namun kemudian diperlukan untuk mempercepat penyembuhandefekepitel.
F.   Pemeriksaan disgnostik:
  1. Kartu mata/ snellen telebinokuler(tes ketajaman penglihatan dan sentral penglihatan)
  2. Pengukuran tonografi: mengkaji TIO, normal 15-20 mmhg
  3. Pemeriksaan oftalmoskopi
  4. Pemeriksaan darah lengkap, LED
  5. Pemeriksaan EKG





BAB II
KATARAK
  1. DEFINISI
Katarak-katarak adalah pengkabutan dari bagian lensa-lensa mata. Akibatnya adalah lebih banyak seperti mencoreng minyak gemuk diatas lensa-lensa kamera dan menganggu/memperburuk penglihatan normal.
Katarak merupakan penyakit mata yang dicirikan dengan kabut pada lensa mata. Lensa mata normal transparan dan mengandung banyak air, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Walaupun sel-sel baru pada lensa akan selalu terbentuk, banyak faktor yang menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, dan pejal. Lensa yang tidak bening tersebut tidak bisa meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirim melalui saraf optik ke otak
Katarak-katarak akan mempengaruhi kebanyakan orang-orang jika mereka hidupnya cukup lama (panjang umur). Kelainan-kelainan ini mempengaruhi 60 persen dari orang-orang yang lebih tua dari 60 tahun dan terjadi ketika lensa-lensa mata berukuran aspirin yang normalnya jernih mulai menjadi berkabut mengganggu atau memperburuk penglihatan.
Ahli-ahli memperkirakan bahwa lebih dari 1,2 juta penduduk Amerika didiagnosis setiap tahun dengan katarak-katarak yang memerlukan perawatan. Ketika ada jumlah-jumlah orang tua di Amerika yang membesar, kejadian katarak-katarak meningkat. Orang-orang ini seringkali ingin melanjutkan mengendarai mobil, membaca dan aktivitas-aktivitas berpergian untuk mana penglihatan yang jelas adalah vital.
Hingga akhir-akhir ini, siapa saja yang mengembangkan katarak-katarak dan memerlukan operasi menghadapi suatu prosedur yang melibatkan sakit/nyeri dan seringkali hasil-hasil yang kurang dari memuaskan. Hingga akhir tahun tujuh puluhan, dokter-dokter mengangkat lensa-lensa yang berkabut dalam suatu prosedur operasi yang memerlukan suatu opname (tinggal dirumah sakit) lima sampai tujuh hari. Setelah itu, pasien harus memakai kaca-kaca setebal "botol cocacola" atau contact lenses dimana tidak dari keduanya dapat mengembalikan secara penuh penglihatan ke tingkat sebelumnya.
Hari ini, keperluanynya kecil untuk perawatan yang rumit semacam ini. Kemajuan-kemajuan dalam kedokteran telah membuat katarak-katarak jauh lebih tidak mencemaskan/mengkhwatirkan. Sekarang, lensa-lensa yang berkabut diangkat secara operasi dan digantikan dengan suatu lensa plastik intraokular (intraocular lens, IOL) dalam suatu operasi satu jam lamanya yang seringkali tidak memerlukan opname.
"Lensa intraokular telah merevolusikan perawatan katarak-katarak" kata Carl Kupfer. M.D., direktur dari National Eye Institute in Bethesda, Md. "Penanaman dari lensa adalah satu dari operasi-operasi yang paling penuh sukses dalam kedokteran."
  1. Etiologi
Penyebabnya bermacam macam. Umumnya adalah usia lanjut (senile), tapi dapat terjadi secara congenital akibat infeksi virus dimasa pertumbuhan janin, genetic, dan gangguan perkembangan kelainan sistemik atau metabolic, seperti diabetes militus, galaktosemi, dan distrofi miotonik, traumatic, terapi kortikosteroid sistemik,dsb
Rokok dan konsumsi alcohol meningkatkan resiko katarak

C.      Terbentuknya Katarak

Suatu katarak terbentuk pada lensa mata yaitu struktur yang transparan (jernih) dibelakang iris (selaput berwarna yang mengelilingi pupil). Lensa menfokuskan sinar pada retina, selaput dibelakang mata yang sensitif terhadap sinar yang mengkonversi (merubah) impuls-impuls sinar kedalam signal-signal syaraf untuk menghasilkan gambar-gambar penglihatan yang jelas. Pengkabutan lensa, banyak menyerupai pencorengan minyak gemuk diatas sebuah lensa kamera, dapat berkembang pada umur berapa saja namun paling sering tampak pada orang-orang yang berumur lebih dari 42 tahun.
Kebanyakan katarak-katarak disebabkan oleh suatu perubahan dalam komposisi kimia lensa. Pada suatu persentase yang kecil dari kasus-kasus, perubahan-perubahan kimia disebabkan oleh suatu kerusakan enzim yang diturunkan atau diwariskan, trauma pada mata, diabetes, atau penggunaan dari obat-obat tertentu, seperti steroid prednisone.
Tepatnya mengapa katarak-katarak terjadi dengan umur tidak diketahui, namun radiasi ultraviolet, terutama dari matahari, diperkirakan memainkan suatu peran utama dalam menciptakan perubahan kimia pada lensa yang bertanggung jawab atas kebanyakan katarak-katarak. Bukti percobaan menyarankan bahwa radiasi UV dapat mengkabutkan lensa dengan membentuk fragmen-fragmen kimia yang sangat reaktif yang disebut "radikal bebas". Ini pada gilirannya mengacaukan atau mengganggu struktur lensa yang lembut. Tipe radiasi ultraviolet dari matahari disebut UVB- jenis yang menyebabkan pelepuhan terbakar matahari dan kanker kulit - diperkirakan adalah suatu faktor utama karena lensa menyerap sinar-sinar ini.
Tentu saja, pada suatu studi dari 838 nelayan Chesapeake Bay, Hugh Taylor, M.D., dari Johns Hopkins Hospital in Baltimore, Md., menemukan suatu hubungan yang kuat antara radiasi ultraviolet dan pembentukan katarak. Nelayan-nelayan dengan tingkat paparan radiasi ultraviolet paling tinggi mempunyai tiga kali risiko mendapatkan katarak dibanding dengan mereka dengan paparan yang paling lebih sedikit. Mereka dengan katarak-katarak mempunyai 20 persen lebih paparan pada sinar matahari setiap tahunnya dari kehidupannya. Studi-studi Taylor menyarankan bahwa katarak-katarak dapat decegah dengan menghindari paparan matahari antara jam 10 pagi dan jam 4 sore, ketika matahari bersinar paling kuat, dan dengan memakai topi yang lebar dan kacamata-kacamata hitam (sunglasses).
Suatu katarak dapat berkembang begitu perlahan bahwa seseorang mungkin tidak menyadari bahwa ia ada. Jika katarak berada pada pinggiran luar dari lensa, mungkin tidak ada perubahan dalam penglihatan yang tercatat. Pengkabutan dekat pusat (bagian tengah) lensa, bagaimanapun, biasanya mengganggu penglihatan yang jelas.
Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Katarak kebanyakan muncul pada usia lanjut. Data statistik menunjukkan bahwa lebih dari 90% orang berusia di atas 65 tahun menderita katarak. Sekitar 55% orang berusia 75— 85 tahun daya penglihatannya berkurang akibat katarak. Walaupun sebenarnya dapat diobati, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia. Sumber lain mengatakan, katarak bisa disebabkan oleh cidera mata, penyakit metabolik (misalnya diabetes), obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid).

D.     Manifestasi klinik

Keluhan yang timbul adalah penurunan tajam penglihatan secara progresif dan penglihatan seperti berasap.sejak awal, katarak dapat terlihat melalui pupil yang telah berdilatasi dengan oftalmoskop,slit lamp, atau shadow test.setelah katarak bertambah matang maka retina menjadi semakin sulit dilihat sampai akhirnya reflex fundus tidak ada dan pupil berwarna putih.
Katarak memiliki gejala seperti penglihatan tidak jelas, peka terhadap sinar atau cahaya, penglihatan ganda, lensa mata buram.
Gejala-gejala mengembangkan katarak-katarak termasuk pelihatan ganda atau kabur, kepekaan terhadap sinar dan cahaya yang menyilaukan (seperti matahari yang terik atau lampu-lampu besar mobil), persepsi warna yang kurang jelas, dan seringnya berganti-ganti kacamata yang diresepkan. Ketika katarak tumbuh memburuk, kacamata-kacamata yang lebih kuat tidak lagi memperbaiki penglihatan, meskipin memegang obyek-obyek lebih dekat ke mata mungkin membantu membaca dan bekerja yang dekat (close-up). Pupil, yang normalnya tampak hitam, mungkin menjalani perubahan-perubahan warna yang nyata dan tampak kekuningan atau putih

E.      Mendiagnosis Katarak

Katarak-katarak secara khas terdeteksi melalui suatu pemeriksaan medis mata. Dokter dapat melihat lensa abnormal menggunakan suatu alat penglihat yang dipegang dengan tangan (ophthalmoscope). Tes yang umum untuk ketajaman penglihatan, peta/tabel huruf mata, mungkin tidak, bagaimanapun, mencerminkan sifat dasar kehilangan penglihatan yang benar, kata American Academy of Ophthalmology. Tes-tes lain - yang mengukur kepekaan terhadap sinar yang menyilaukan, kepekaan kontras, penglihatan malam, penglihatan warna, dan penglihatan sekeliling atau tengah - membantu memakukan diagnosis.
Karena kebanyakan katarak-katarak yang berhubungan dengan umur berkembang secara perlahan, banyak pasien-paien mungkin tidak menyadari kehilangan penglihatannya sampai itu menjadi berat/parah. Beberapa katarak-katarak tetap kecil dan tidak pernah memerlukan perawatan, yang lain-lain tumbuh lebih cepat dan lebih besar secara progresif. Hanya ketika suatu katarak mengganggu secara serius aktivitas-aktivitas normal adalah waktunya untuk mempertimbangkan operasi, kata dokter. Orang-orang yang tergantung pada mata-mata mereka untuk bekerja, main dan aktivitas-aktivitas lain mungkin menginginkan katarak-katarak mereka diangkat lebih awal daripada mereka yang keperluan-keperluannya lebih tidak menuntut.

F.       Pilihan-Pilihan (Opsi-Opsi) Perawatan

Selama pemeriksaan diagnostik, seorang ahli mata (ophthalmologist) akan mengukur secara hati-hati bentuk, ukuran dan kesehatan umum mata untuk menentukan apakah suatu implantasi (penanaman) lensa akan efektif. Pada jumlah kasus-kasus yang relatif kecil dimana itu tidak akan, kaca-kaca mata atau contact lenses akan memperbaiki penglihatan setelah operasi katarak tradisional. Kaca-kaca, ketika digunakan bertahun-tahun, mempunyai kelemahan-kelemahan. Ketebalan mereka yang ekstrim membuat mereka tidak atraktif dan berat. Pembesaran dan distorsi dari gambar penglihatan menyebabkan obyek-obyek terlihat lebih dekat dan 25 persen lebih besar daripada mereka sebetulnya. Penglihatan sekeliling mungkin berkurang. Contact lenses menyediakan penglihatan yang cukup baik, namun banyak orang-orang tua mempunyai kesulitan memasukkan, mengeluarkan, dan membersihkan mereka.
Suatu IOL yang ditanam biasanya adalah penggantian yang terbaik. Karena penanaman ditempatkan pada atau dekat posisis asal dari lensa alami yang diangkat, penglihatan dipulihkan kembali dengan penglihatan sekeliling dan persepsi kedalaman yang baik namun dengan pembesaran dan distorsi yang minimal.
Beberapa ahli-ahli memperkirakan bahwa sekitar 88 dari setiap 100 orang yang menerima IOL akan mencapai penglihatan 20/40 atau lebih baik. Seorang individu dengan penglihatan 20/40 dapat membaca huruf-huruf pada suatu peta huruf mata dari jarak 20 kaki, dimana seorang dengan penglihatan normal 20/20 dapat membaca peta dari jarak 40 kaki; penglihatan 20/40 adalah cukup baik untuk mendapat suatu ijin mengemudi pada kebanyakan negara bagian. Diantara mereka yang tidak mempunyai penyakit-penyakit mata lain, sekitar 94 dari 100 akan mencapai penglihatan 20/40.
IOL tetap secara permanen ditempat, tidak memerlukan pemeliharaan atau penanganan, dan tidak dirasakan baik oleh pasien maupun diperhatikan oleh orang lain. Kacamata-kacamata dengan lensa-lensa yang tipis untuk penglihatan dekat atau jauh mungkin masih diperlukan, namun kaca-kaca yang tebal tidak diperlukan. Seorang dokter dapat menentukan resep penanaman (implantasi) yang memadai dengan suatu alat ultrasound yang mengukur panjang mata dan lekukan kornea (corneal curvature). Pengukuran-pengukuran ini digabungkan oleh komputer untuk menghitung kekuatan lensa yang diperlukan.
  1. Prosedur Penanaman (Implantasi) Lensa Intraokular (IOL)
Prosedur operasi standar, yang mencakup batasan biaya dari $3,000 sampai $5,000, dilakukan di rumah sakit atau ruang praktek dokter. Mengintai melalui suatu mikroskop operasi, ahli bedah membuat suatu sayatan kecil yang melengkung pada kornea - permukaan mata. Kemudian lensa yang berkabut dipotong/dilepaskan dengan suatu jarum yang tipis dan disedot keluar, meninggalakan secara utuh dinding belakang dari kapsul yang transparan yang mengelilingi lensa.
Ada tiga tipe operasi untuk mengangkat lensa-lensa yang mempunyai suatu katarak:
  1. Operasi ekstrakapsular (Extracapsular surgery). Ahli bedah mata mengangkat lensa, meninggalkan separuh belakang dari kapsul (penutup/pelapis bagian luar lensa).
  2. Phacoemulsification (dibaca FAY-co-ee-mul-sih-fih-CAY-shun). Pada tipe operasi ekstrakapsular ini, ahli bedah melunakkan lensa dengan gelombang-gelombang suara dan mengangkatnya melalui suatu jarum. Separuh belakang dari kapsul lensa ditinggalkan.
  3. Operasi Intrakapsular (Intracapsular surgery). Ahli bedah mengangkat seluruh lensa, termasuk kapsulnya. Metode ini jarang digunakan.
Ahli bedah memperbesar sayatan asli, dan lensa baru - suatu cakram plastik keras yang jernih - kemudian diselipkan kedalam dibelakang iris keatas pada dinding belakang kapsul. Dua lengan-lengan yang berbentuk "c" yang kecil sekali dilekatkan pada lensa yang akhirnya menjadi bekas luka kedalam bagian dari mata dan memegang lensa secara kokoh pada tempatnya. Sayatan ditutup dengan 7 sampai 10 jahitan-jahitan yang hampir tidak terlihat dari nylon atau sutra yang halus.
Pada suatu metode yang lebih baru, suatu ultrasonic probe memasuki potongan/sayatan pada kornea dan getaran-getaran berkecepatan tinggi memecah lensa kedalam bintik-bintik mikroskopik yang kemudian diangkat dengan penyedotan. Suatu lensa plastik yang dilipat yang bergaris tengah seperempat inch dapat dimasukkan melalui sayatan dengan suatu alat yang menyerupai gunting yang disebut suatu injector dan diposisikan dibelakang pupil terhadap dinding kapsul. Sekali ditempat, injector diangkat dan lensa terbuka.
Beberapa pabrikan juga mengembangkan bifocal IOLS, yang mungkin mengeliminasi keperluan pada beberapa pasien-pasien untuk kacamata-kacamata yang diresepkan setelah operasi.
Prosedur untuk mengangkat lensa alami dan menggantikannya dengan suatu yang sintetik dilakukan dibawah suatu pembiusan keseluruhan atau lokal dengan suntikan-suntikan yang dilakukan pada otot-otot sekeliling mata. Proses pemulihan memakan waktu beberapa jam di rumah sakit; pada sedikit kasus-kasus, ia mungkin memerlukan tinggal semalaman. Pasien memakai suatu pelindung metal pada matanya waktu malam; kacamata-kacamata hitam yang membungkus sekelilingnya direkomendasikan selama seharian.
  1. Yang Terjadi Setelah Prosedur IOL
Dalam waktu beberapa hari dari operasi, kebanyakan orang-orang kembali bekerja. Pada beberapa kunjungan-kunjungan ke tempat praktek dokter selama enam sampai delapan minggu pertama setelah operasi, dokter akan memeriksa infeksi-infeksi atau komplikasi-komplikasi lain dan mencocokkan pasien pada kacamata-kacamata membaca. Penglihatan membaik secara signifikan pada 95 sampai 98 persen kasus-kasus.
Bagaimanapun, hasil-hasil dari operasi adalah tidak selalu bebas kecemasan. Setelah penanaman IOL, suatu pengkabutan kapsul lensa, dikenal sebagai suatu "katarak sekunder", terjadi pada kira-kira 40 persen kasus-kasus. Untuk memulihkan penglihatan, suatu laser berdenyut yttrium, aluminum, garnet (YAG) digunakan untuk menghasilkan suatu lubang non-thermally, dengan "optical breakdown." pada kapsul untuk mengizinkan jalan lintasan yang normal dari sinar-sinar kembali pada retina. Prosedur yang tidak menyakitkan ini memakan waktu beberapa menit; perbaikan biasanya adalah segera. Persoalan-persoalan lain yang mungkin terjadi pada suatu persentase kecil dari pasien-pasien termasuk pembengkakkan kornea, glaukoma, dan pembengkakan retina, yang mendistorsi penglihatan.
Pada waktu dimana lebih banyak dari yang pernah ada orang-orang Amerika yang lebih tua menantikan tahun-tahun kehidupan mereka yang aktif didepan mereka, IOLs dengan jelas menawarkan harapan dan suatu kehidupan yang lebih baik.

  1. Pencegahan
Menuju ke lereng-lereng/landaian-landaian ski atau pantai ? Kesenangan-kesenangan ini dapat menempatkan bahaya-bahaya pada mata-mata anda kecuali anda mengambil tindakan-tindakan pencegahan terhadap sinar-sinar matahari yang membahayakan.
Radiasi ultraviolet adalah tidak terlihat dan tidak dapat dirasakan, namun paparan jangka panjang padanya mungkin dikaitkan dengan pengembangan katarak-katarak. Paparan jangka pendek pada sinar ultraviolet yang sangat intensif - seperti ketika anda berada pada suatu lereng ski - dapat menghasilkan photokeratitis, juga disebut actinic keratopathy atau kebutaan salju (snow blindness). Bahkan ada beberapa bukti-bukti radiasi ultraviolet mungkin merusak retina mata.
Pada musim semi tahun 1990, suatu program memberikan etiket/label secara sukarela yang baru yang dikembangkan oleh Sunglass Association of America dalam kerjasama dengan Food and Drug Administration diharapak tersedia untuk memberitahu konsumen-konsumen berapa banyak perlindungan UV mereka dapat harapkan dari kacamata-kacamata hitam yang tidak diresepkan.
Program pemberian etiket/label secara sukarela meminta pabrikan-pabrikan untuk memasang suatu etiket/label pada kacamata-kacamata hitam yang mengspesifikasi tingkat perlindungan dari dua tipe sinar ultraviolet: radiasi ultraviolet A (UVA) yang panjang gelombangnya lebih panjang dan sinar-sinar ultraviolet B (UVB) yang panjang gelombangnya lebih pendek. Standar-standarnya dikembangkan pada tahun 1986 oleh American National Standards Institute in New York City melalui konsultasi dengan ahli-ahli dan pendidik-pendidik layanan mata, ilmuwan-ilmuwan peneliti, industri, dan para agen militer dan para agen pemerintah lain. Standar-standar pelabelan adalah satu-satunya pernyataan yang diakui pada kekayaan dan prestasi/dayaguna dari kacamata-kacamata hitam.
Katagori-katagori yang berbeda menggambarkan tingkat-tingkat perlindungan yang minimum dan diciptakan untuk membantu konsumen-konsumen mengambil kacamata-kacamata yang terbaik untuk tipe-tipe aktivitas yang mereka rencanakan:
  • Kosmetik: Untuk sinar matahari yang tidak keras dan penggunaan sekitar kota seperti pergi berbelanja. Ini akan memblokir paling sedikit 70 persen UVB, 20 persen UVA, dan kurang dari 60 persen sinar yang terlihat.
  • Tujuan Umum: Untuk kebanyakan aktivitas-aktivitas diluar rumah seperti berperahu, terbang, gerak jalan, piknik, dan tamasya-tamasya pantai. Mereka juga dapat digunakan untuk tempat-tempat kejadian salju. Mereka akan memblokir paling sedikit 95 persen UVB, paling sedikit 60 persen UVA, dan dari 60 sampai 92 persen dari sinar yang terlihat.
  • Tujuan Khusus: Untuk lingkungan-lingkungan yang terang seperti pantai-pantai tropis dan lereng-lereng ski dan untuk aktivitas-aktivitas seperti memanjat gunung. Mereka akan memblokir paling sedikit 99 persen UVB dan 60 persen UVA, sebagai tambahan pada dari 20 sampai 97 persen dari sinar yang terlihat.
Jumlah dari sinar yang menyilaukan yang terlihat yang diblokir oleh kacamata-kacamata hitam tergantung pada kegelapan dari lensa-lensa. Bentuk-bentuk yang lebih gelap dari kacamata-kacamat untuk tujuan tertentu dimaksudkan untuk suatu tingkat keterangan yang tinggi, dimana bentuk-betuk yang lebih terang dapat digunkan untuk situasi-situasi yang kurang terang - seperti main ski pada suatu hari yang berawan.
Sebagai tambahan, didalam katagori-katagori, cari persentasi sebenarnya dari radiasi UV matahari yang diakui diblokir oleh setiap model kacamata-kacamata tertentu. Lebih besar pemblokiran, lebih rendah risiko kerusakan UV pada mata.
Thomas Loomis, direktur teknik dari asosiasi kacamata Amerika, menawarkan nasehat ini ketika membeli kacamata-kacamata hitam yang tidak diresepkan:
Pertama, tentukan tujuannya, warna dan mode/fashion yang anda inginkan. Sekali anda telah membuat suatu pilihan, pegang kacamatanya keatas pada jarak sepanjang lengan tangan dan lihat melaluinya pada suatu obyek dengan suatu perbatasan yang lurus, seperti suatu rangka jendela atau pintu. Gerakan kacamata secara perlahan melaui garis. Jika tampaknya bergoyang, berayun atau menlengkung, lensa-lensa mengandung suatu kerusakan optik dan harus digantikan dengan pasangan lainnya.
Karena 8 persen dari pria-pria dan dan 3 persen dari wanita-wanita mempunyai suatu kerusakan penglihatan warna, pastikan kacamata-kacamata tidak mendistorsikan warna-warna dari tanda lalu lintas. Bayar untuk kacamata-kacamata, kata Loomis, jalan keluar dari toko dan lakukan tes anda sendiri. Jika mereka mendistorsi warna-warna, tukarkan mereka dengan pasangan yang lain.
J.      Pengobatan
             Pembedahan merupakan cara satu-satunya untuk menyembuhkan katarak. Pembedahan dilakukan jika penderita tidak dapat melihat dengan baik dengan bantuan kaca mata untuk melakukan kegitannya sehari-hari. Beberapa penderita mungkin merasa penglihatannya lebih baik hanya dengan mengganti kaca matanya, menggunakan kaca mata bifokus yang lebih kuat atau menggunakan lensa pembesar. Jika katarak tidak mengganggu biasanya tidak perlu dilakukan pembedahan









DAFTAR PUSTAKA
Ø  Sidarta, Ilyas. Penuntun Ilmu Penyakit Mata. Cet. 5. Jakarta : Balai Penerbit FKUI ; 1998.
Ø  Darling, Vera H & Thorpe Margaret R. Perawatan Mata. Yogyakarta : Penerbit Andi; 1995.
Ø  Doenges, Marilynn E. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan pendokumentasian Perawatan Pasien. Alih bahasa I Made Kariasa. Ed. 3. Jakarta, 2000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar